SEJARAH DESA

Gedangalas adalah salah satu nama desa di Kecamatan Gajah yang masuk dalam sub distrik Kabupaten Demak. Desa Gedangalas terdiri dari 5RW dan terdapat 2 Dusun yaitu Dusun Soko, dan Dusun Bangoan. Sebelumnya Desa Gedangalas terbagi menjadi 3 dusun yaitu dusun Suko,Dusun Bangoan dan Dusun Gedangalas namun karena adanya perkembangan akhirnya ketiga dusun tersebut menjadi satu desa yang dinamakan Desa Gedangalas. Dahulu sebenarnya nama desa gedangalas bukanlah Gedangalas, melainkan Ndangalas diambil dari kata Ngedang dan Alas. Menurut H.Supprat [71] selaku orang tertua yang ada di Desa Gedangalas, dahulu Gedangalas adalah hutan yang sangat luas yang dilalui aliran sungai besar dimana aliran sungai tersebut menjadi satu-satunya jalan menuju Desa Proto, dimana desa tersebut adalah satu satunya lahan untuk mencari rizki (nafkah). Namun jika ada orang yang ingin melewati hutan / jalan sungai tersebut terdapat orang-orang yang bersiap untuk ngedang dalam bahasa jawa, atau menghalangi, tujuan ngedang tersebut adalah merampok barang-barang yang dibawa oleh orang yang lewat. Bahkan jika mereka melawan nyawa mereka yang jadi taruhan.
Menurut cerita, terdapat tokoh yang berani memerangi kejahatan tersebut adalah mbah Dimyati dan mbah Nawawi, beliau adalah tokoh pertama yang berani memerangi kejahatan. Beliau juga yang mendirikan masjid dan setiap satu tahun sekali diadakan haul mbah Dimyati pada bulan sura. Desa ini dahulu bernama Ndangalas dari kata “ngedang” artinya hadang dan “alas” hutan, namun sekarang nama desa tersebut menjadi Gedangalas. Istilah Gedangalas dipakai karena serapan kata dari Ndangalas menjadi Gedangalas karena berasal dari kata Gedhang dan Alas. Gedhang yaitu nama Pohon Pisang dari Bahasa jawa yang banyak dijumpai di tepi jalan, ladang, pekarangan rumah di wilayah tersebut. Sedangkan Alas berarti hutan atau semak-semak dalam bahasa jawa.
Dusun Ndangalas sendiri sudah ada sekitar tahun 1912-1915, Namun karena sulitnya menemukan bukti kebenaran tahun ini maka dibuatlah sekitar tahun 1915 dengan pendirinya yaitu mbah Nawawi dan mbah Dimyati diperoleh dari hitungan kepala desa yang menjabat dari tahun ke tahun dan cerita versi Pak Supangat [55] selaku masyarakat desa gedangalas. Tahun 1915 desa ini masih bernama ndangalas dan merupakan sebuah dusun yang berdampingan dengan 2 dusun lainnya yaitu Dusun Soko dan Dusun Bangoan. Namun setelah tahun 1921 barulah Desa Gedangalas dibentuk yang di dalamnya terdapat 3 dusun yaitu Dusun Soko, Dusun Ndangalas, dan Dusu Bangoan dengan 1 kepala desa yang saat itu menjabat bernama Ngodirono. Disinilah awal perubahan nama Ndangalas menjadi Gedangalas karena adanya serapan kata dan persatuan ketiga dusun tersebut menjadi sebuah desa. Menurut data yang diperoleh dari hasil wawancara dengan masyarakat Desa Gedangalas dan pengakuan H. Supprat [71] serta Pak Supangat [55] desa ini mempunyai susunan kepala desa sebagai berikut :
1. Nawawi dan Dimyati cikal bakal atau tokoh pendiri Ndangalas Tahun 1915
2. Singo Dipo
3. Ersat
4. Ngodirono Tahun 1921 yang mana awal dari berdirinya Desa Gedangalas
5. Mas’ud menjabat hanya setengah tahun
6. Saeran menjabat hanya 3 bulan
7. Kasrani 1941
8. Sastrorejo 1942 – 1974
9. Sumartono 1975
10. Nur Kamid 1989
11. Suyudi
12. Kastomo 2015
13. Rouf Turmuji 2016 – Sekarang